Penjelasan Dan Fungsi Optical Power Meter



Optical Power Meter (OPM) adalah alat yang digunakan untuk mengukur daya dalam sinyal optik. Istilah ini biasanya mengacu pada perangkat untuk menguji daya rata-rata dalam sistem serat optik. Alat pengukr daya listrik tujuan umum lainnya biasanya disebut radiometer, fotometer, meter daya laser ( biasanya sensor fotodioda atau sensor laser thermopile), meter cahaya atau lux meter.

Pengukur daya optik yang khas terdiri dari sensor yang dikalibrasi, penguat pengukuran dan tampilan. Sensor terutama terdiri dari fotodioda yang dipilih untuk rentang panjang gelombang dan tingkat daya yang sesuai. Pada unit tampilan, daya optik yang terukur dan panjang gelombang yang ditetapkan ditampilkan. Meter daya dikalibrasi menggunakan standar kalibrasi yang dapat dilacak seperti standar NIST.

Pengukur daya optik tradisional merespon spektrum cahaya yang luas, namun kalibrasi bergantung pada panjang gelombang. Ini biasanya bukan masalah, karena panjang gelombang tes biasanya dikenal, namun memiliki beberapa kelemahan. Pertama, pengguna harus mengatur meter ke panjang gelombang uji yang benar, dan kedua jika ada panjang gelombang palsu lainnya, maka hasil salah akan dihasilkan.

Terkadang meter daya optik digabungkan dengan fungsi uji yang berbeda seperti Optical Light Source (OLS) atau Visual Fault Locator (VFL), atau mungkin sub-sistem dalam instrumen yang jauh lebih besar. Ketika dikombinasikan dengan sumber cahaya, instrumen ini biasanya diesbut Optical Loss Test Set (OLTS)

Optical Loss Test Sets (OLTS) tersedia dalam instrumen khusus yang dipegang tangan dan modul berbasis platform untuk menyesuaikan berbagai arsitektur jaringan dan persyaratan pengujian. Mereka digunakan untuk mengukur daya optik dan kehilangan daya, dan pemantulan dan mencerminkan hilangnya daya. Produk ini juga dapat digunakan sebagai sumber optic atau meter daya optik, atau untuk mengukur pengembalian optik atau pantulan peristiwa.

Image result for Optical Power Meter


Tiga jenis peralatan dapat digunakan untuk mengukur hilangnya daya optik :

  1. Peralatan komponen - Optical Power Meter (OPM) dan Sumber Cahaya Stabilisasi (SLS) dikemas secara terpisah, tetapi, ketika digunakan bersama-sama mereka dapat memberikan pengukuran atenuasi optik end-to-end melalui jalur optik. Peralatan komponen tersebut juga dapat digunakan untuk pengukuran lain.
  2. Set Uji terintegrasi - Ketika sebuah SLS dan OPM dikemas dalam satu unit, ini disebut terpadu. Secara tradisional, satu set tes terpadu biasanya disebut OLTS.
  3. Suatu Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) dapat digunakan untuk mengukur kehilangan tautan optik jika penanda-penandanya ditetapkan pada titik-titik terminal yang mana kehilangan serat yang diinginkan. Namun pengukuran arah tunggal mungkin tidak akurat jika ada banyak serat dalam sebuah tautan, karena koefisien hamburan balik adalah variabel antar serat. Keakuratan pengukuran tersebut dapt ditingkatkan jika pengukuran dibuat sebagai rata-rata dua arat serat.


Berlangganan update gratis terbaru via email:

0 Response to "Penjelasan Dan Fungsi Optical Power Meter "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel